Senin, 09 Januari 2017

Aksi Mahasiswa Terketuknya Rasa Kemanusiaan

Aksi Mahasiswa Terketuknya  Rasa Kemanusiaan

Dalam beberapa tahun terakhir banyak sekali gejolak yang terjadi di sekitar kita sehingga banyak diantara kita harus menjadi korban dari permasalahan-permasalahan yang seharusnya tidak terjadi dan seharusnya masih ada pilihan lain yang bisa diambil untuk menanggulangi dan mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah yang terjadi di wilayah SYAM di ibu kota  SURIAH yaitu ALLEPO yang merupakan sebuah kota tua didunia.

Kota tersebut sebelumnya adalah kota yang damai dan mayoritas ditempati oleh kaum muslim, akan tetapi dari tahun 2012 sampai pada puncaknya pada tahun 2016 telah terjadi banyak musibahdan bencana yang disebabkan perebutan wilayah yang mengakibatkan banyaknya nyawa tidak berdosa harus merasakan sakit yang mereka tidak mengerti kenapa ini terjadi pada dirinya dan keluarga mereka.

Disamping itu, di negara tercita kita sendiri yakni INDONESIA sendiri yang bila dilihat dari sisi Letak Astronomis adalah 6 derajat LU (Lintang Utara) – 11 derajat Lintang Selatan (LS) dan antara 95 derajat BT (Bujur Timur) – 141 derajat BU(Bujur Timur) merupakan Negara dengan resiko paling rawan terjadinya bencana berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa Bangsa.

Dilihat dari posisinya yang begitu rawan terjadinya benca alam di Indonesia ini maka kita harus perlu waspada untuk menghadapinya, dan terbukti dari 3 bulan trakhir ini telah terjadi beberapa bencana alam yang banyak memakan korban yang bila dilihat dari ssisi kemanusiaan, dan kerugian marerial dan infastruktur dilihat dari sisi Ekonomi dan Infrastruktur.

Bencana alam ini terjadi dilokasi yang berbeda beda yang dimulai dari bencana di aceh dengan gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang mengguncang kabupaten Pidie Jaya dan Aceh pada tanggal  7 desember 2016, pukul 05.03 WIB kemarin dengan prediksi korban yang meninggal sekitar 25 orang, dengan goncangan gempa yang dirasakan sekitar 15 detik.
Tidak berselang lama dari itu musibah kembali terjadi di sebelah timur Indonesia yakni di BIMA Nusa Tenggara Barat pada hari Rabu 12 Desember 2016 yang menyebabkan banyak rumah terendam banjir dan sebagian ikut hanyut terbawa banjir bandang yang begitu besar dengan ketinggian air sekitar 1-2 meter, diperkirakan rumah yang terendam banjir mencapai ribuan rumah.

Dari sekian banyak kejadian dan musibah yang terjadi didalamnya tentunya ada banyak sekali nyawa yang memerlukan bantuan, maka dari itu Mahasiswa dan Mahasiswi Stikes karya husada semarang yang tergolong dalam organisasi kampus berinisiatif mengadakan penggalangan dana yang bertujuan untuk membantu korban korban bencana tersebut, dalam kegiatan ini sendiri melibatkan beberapa organisasi.

Organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini sendiri adalah Badan Eksekutif Mahasiswa yang merupakan pengkoordinator dari kegiatan tersebut dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Islam (IKMI), Korps Suka Rela (KSR), kegiatan ini berfokus dilingkungan Kampus STIKes Karya Husada Semarang dan di salah satu obyek wisata kota semarang yakni Tugu Muda Semarang yang dilakukan selama 2 hari pada tanggal 21-22 Desember 2016.


Hasil donasi yang dikumpulkan dalam kegiatan tersebut disalurkan melalui salah satu penyalur bantuan yang berlokasi di semarang yakni PKPU semarang, dalam kegiatan yg mereka lakukan para mahasiswa tersebut mengatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan ini adalah kegiatan yang memberikan banyak manfaat terutama bagi diri mereka karena bagi mereka kegiatan seperti ini selain dapat membantu korban bencana, kegiatan ini juga sebagai wahana pengakraban, mempererat komunikasi yang terjalin antar sesama ornisasi, dan semoga apa yang mereka lakukan bisa setidaknya sedikit membantu yang membutuhkan.


0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com